Keju Edam
Susu dan olahannya

Sorotan nilai gizi

Keju Edam

Per
(198g)
49,48gProtein
2,83gKarbohidrat total
56,57gLemak total
Energi total
706,86 kcal
Vitamin B12
127%3,05μg
Kalsium
111%1.447,38mg
Fosfor
84%1.061,28mg
Natrium
83%1.926,54mg
Seng
67%7,43mg
Riboflavin (B2)
59%0,77mg
Vitamin A (RAE)
53%481,14μg
Selenium
52%28,71μg

Keju Edam

Pendahuluan

Keju Edam, yang sering dikenal dengan sebutan edammer, adalah keju semi-keras yang berasal dari Belanda. Keju ini secara tradisional dikenali melalui lapisan lilin berwarna merah cerah yang membungkus permukaannya, sebuah ciri khas yang awalnya dirancang untuk melindungi keju selama proses pengiriman jarak jauh atau penyimpanan yang lama.

Memiliki tekstur yang halus namun cukup padat, keju ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik bagi para penikmat olahan susu. Dengan profil rasa yang ringan, gurih, dan sedikit rasa kacang yang semakin tajam seiring bertambahnya usia, Edam menjadi pilihan yang sangat populer untuk berbagai kesempatan.

Penggunaan kuliner

Dalam dunia kuliner, keju Edam dikenal karena sifatnya yang sangat mudah meleleh dan konsistensinya yang stabil, menjadikannya pilihan ideal untuk berbagai hidangan panas. Keju ini sering diparut di atas pasta, dicampurkan ke dalam saus keju yang kental, atau diiris tipis untuk melengkapi sandwich panggang.

Karena karakteristik rasanya yang tidak terlalu tajam, Edam sangat cocok dipadukan dengan buah-buahan segar seperti apel, pir, atau anggur. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan yang harmonis antara gurihnya keju dan manis segarnya buah, yang sering disajikan sebagai bagian dari piring saji keju atau papan hidangan pembuka.

Di Indonesia, keju Edam sering diolah menjadi bahan utama dalam pembuatan kue kering klasik seperti kastengel. Kehadirannya memberikan cita rasa gurih yang mendalam dan aroma khas yang menggugah selera, menjadikan kue tersebut hidangan wajib yang selalu dinanti kehadirannya terutama pada saat perayaan hari besar.

Gizi dan kesehatan

Sebagai produk olahan susu, keju Edam merupakan sumber protein hewani yang sangat baik, yang berperan penting dalam pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, keju ini mengandung kalsium dan fosfor dalam jumlah yang signifikan, yang secara bersama-sama bekerja mendukung kesehatan tulang dan kepadatan struktur rangka tubuh manusia.

Keju Edam juga menyediakan asupan vitamin B12 yang sangat tinggi, nutrisi esensial yang krusial untuk menjaga fungsi sistem saraf dan proses metabolisme energi harian. Kehadiran zinc dan selenium dalam profil nutrisinya juga berkontribusi positif dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh yang optimal.

Mengingat kepadatan energinya yang berasal dari lemak dan protein, keju Edam adalah makanan yang memberikan rasa kenyang lebih lama. Oleh karena itu, konsumsinya sebaiknya dilakukan secara bijak sebagai bagian dari pola makan yang seimbang dan bervariasi agar manfaat gizinya dapat terserap secara maksimal tanpa kelebihan asupan kalori.

Sejarah dan asal-usul

Keju Edam berasal dari kota pelabuhan bernama Edam di provinsi Belanda Utara. Sejarahnya mencatat bahwa keju ini mulai mencapai popularitas internasional yang luas pada abad ke-14 hingga ke-18, ketika keju ini menjadi komoditas perdagangan utama yang dikirim oleh pedagang Belanda ke seluruh dunia.

Daya tahan keju Edam terhadap pembusukan menjadikannya bekal perjalanan favorit bagi para pelaut dan penjelajah pada masa keemasan penjelajahan samudra. Kemampuannya untuk bertahan dalam kondisi iklim yang berbeda tanpa kehilangan kualitas rasa menjadi kunci utama kesuksesan ekspor keju ini ke berbagai benua.

Hingga saat ini, keju Edam tetap menjadi salah satu ikon kuliner Belanda yang paling dikenal secara global. Proses produksinya telah mengalami modernisasi, namun tetap mempertahankan esensi dan kualitas tradisional yang membuatnya tetap relevan dalam industri keju dunia hingga hari ini.